12 Juni 2013

Gas Elpiji Langka



Gas elpiji untuk keperluan rumah tangga kini terlihat mulai sulit didapatkan di beberapa wil ayah di Jakarta dan sejumlah kota lainnya. Akibat terbatasnya pasokan gas elpiji tersebut otomatis akan melonjaknya harga.

Gas elpiji 12 kg saat ini dijual dengan harga Rp98.000, sebelumnya Rp78.000, sedangkan untuk gas elpiji 3 Kg kini dijual Rp18.000 yang sebelumnya dengan harga Rp15.000. Menurut pemerintah perlu melakukan sidak khusus terkait kelangkaan gas elpiji tersebut, apalagi harga tersebut sangat membebani keperluan rumah tangga.

Sidak itu perlu dilakukan secepat mungkin agar rakyat tidak menjadi khawatir mengenai ke butuhan akan gas elpiji tersebut. Jika memang ada oknum yang melakukan penimbunan, atau tindakan untuk menghambat jalannya proses pendistribusian gas elpiji tersebut, saya kira pe merintah perlu menindak tegas kepada oknum itu.

Begitu pula dengan industri-industri yang ada, kiranya perlu dilakukan pengecekan kembali oleh pemerintah, apakah memang industri itu telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan permintaan gas elpiji. Harusnya gas elpiji diperlukan bagi rumah tangga bukan justru diambil oleh industri yang tidak berhak.

Oleh sebab itulah kiranya pihak Pertamina melakukan operasi pasar, khususnya penggunaan gas elpiji untuk rakyat. Saya berharap operasi pasar ini bukan hanya di kawasan Jakarta saja, melainkan mencakup kawasan-kawasan lainnya yang ada di Indonesia.

Saya juga berharap pemerintah menjamin keter sediaan gas elpiji untuk rakyat, jangan sampai ada spekulan-spekulan yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya akan merugikan rakyat pengguna gas elpiji tersebut.

Maya Septianti

Perumahan Binong Permai Kelurahan Binong, Kecamatan Curug RT.04/05, Blok K-6a,No 6. Kode pos 15810. Tanggerang (Banten)

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 12 Juni 2013.