12 Juni 2013

Pengamanan Di Stasiun Pasca Penertiban



PENERTIBAN yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sejumlah tempat sudah pasti menimbulkan pro dan kontra. Hal tersebut wajar dalam setiap perubahan yang terjadi di mana pun. Namun, sebaiknya penertiban itu diikuti dengan hal-hal yang mendukung perubahan tersebut.

Kalau kita lihat pascapenertiban, masih banyak yang harus dibereskan PT KAI. Perubahan sistem pasti akan diikuti kekacauan karena kaget dengan sesuatu yang baru. Proses antrean karcis yang menghalangi pintu masuk, misalnya, bila tidak direspons dengan cepat oleh PT KAI, malah menimbulkan masalah baru.

Antrean panjang pasti terjadi ketika jam keberangkatan orang-orang yang akan ke kantor. Posisi loket karcis yang ada barangkali harus diubah agar penumpang tidak bertumpu di satu titik. Antre memang harus dilakukan dalam hal apa pun.

Kemudian saya merasakan di stasiun masih kurang lampu penerangan. Bila siang hari mungkin tidak ada masalah. Namun bila malam menjelang, barulah terasa kurang nyaman. Itulah yang saya rasakan.

Sewaktu pulang dari bepergian pada akhir pekan lalu, saya turun di Stasiun Depok Baru ketika jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. Kondisi stasiun terlihat lengang karena tidak terdengar lagi teriakan penjual makanan atau suara musik di peron. Suasana yang lengang itu justru menimbulkan rasa was-was karena tidak ada aparat keamanan PT KAI yang berpatroli di dalam peron.

Petugas hanya menjaga di pintu masuk stasiun. Barangkali ke depan harus ditambah lagi petugas keamanan demi memberi rasa aman bagi penumpang. Tidak adanya para pedagang memang membuat kondisi jadi lebih nyaman. Namun kalau hari sudah malam, rasa nyaman itu bisa berubah menjadi ketakutan tersendiri. Walau mungkin itu hanyalah bayangan saya saja yang kadang khawatir dengan rasa aman.

Semoga PT KAI tidak berhenti melakukan perubahan demi membuat nyaman para pengguna kereta api.
Jangan menunggu sampai ada korban, baru bertindak.

Mia
Depok

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 12 Juni 2013.