11 Juni 2013

Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Perekat Bangsa



Satu lagi sosok anak bangsa yang terkenal ramah dan dekat dengan siapa saja, telah kembali kepangkuan Tuhan Yang Maha Esa. Seperti diketahui bersama, Taufiq Kiemas semasa hidupnya dikenal seorang yang gigih dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Suami Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri ini merupakan seorang sosok putra terbaik bangsa, sekaligus mumpuni dan seorang tokoh terbaik yang dimiliki bangsa ini. Atas jasa-jasa yang dimiliki Taufik Kiemas tersebut pada 2011 lalu, Presiden SBY menganugerahkan Adhi Pradana kepada Almarhum.

Menurut penilaian saya sebagai rakyat sangat kehilangan tokoh politisi yang berwibawa ini, sekaligus membawa duka yang mendalam atas kepergiannya. Taufik Kiemas menurut saya adalah seorang yang perlu ditauladani bersama.

Dengan komitmen empat pilar yang harus dijaga oleh bangsa ini, menurut saya memang perlu dilakukan oleh segenap bangsa dan negara ini. Kita semua warga bangsa tentu merasa berduka atas kepergian beliau untuk selama-lamanya.

Pengabdian Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR membuat gebrakan monumental dengan gerakan sosialisasi empat pilar ini. Karena saya anggap empat pilar kebangsaan tersebut, memberikan energi perekat berbangsa dan bernegara, yang mengayomi semangat pluralisme sebagai kondisi faktual negara Indonesia.

Saya juga berpendapat bahwa seorang Taufiq Kiemas dan SBY merupakan tokoh yang sama-sama melakukan hal serupa, yaitu menjaga keserasian bangsa agar bangsa dan negara ini menjadi baik, serta merupakan tokoh bangsa yang memiliki satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalin hubungan satu dengan yang lainnya.

Vivi Siagian
Jl Pesanggrahan Raya
No 9 Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Surat pembaca diambil dari Suara Pembaruan tanggal 11 Juni 2013.