11 Juni 2013

Hentikan Ekspor Gas



Renegosiasi harga ekspor gas alam cair atau LNG Indonesia ke Fujian, China akan berakhir pada tahun ini. Sementara itu, harga gas yang dijual ke China ternyata tidak sesuai dengan harga gas internasional. Harga gas ke Fujian, China hanya US$3,45 per MMBTU, sementara harga ekspor Indonesia ke luar negeri di atas US$10 per MMBTU.

Oleh sebab itulah harga yang kini dijual ke Fujian dirasakan tidak masuk akal. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan akan memberhentikan ekspor gas tersebut dengan alasan untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Saya yakin dengan kepentingan untuk kebutuhan rakyat, Indonesia dapat menjaga sumber-sumber yang ada, khususnya gas alam. Bahkan dapat saya katakan jika pemerintah terus menerus melakukan langkah kebutuhan dan kepentingan bangsa dan negara akan bisa memaksimalkan kebuntuan mengenai kebutuhan akan migas dalam negeri.

Harapan ke depannya, selayaknya perlu dilakukan penerapan untuk sebuah kepentingan dalam negeri, bukan semata-mata hanya mementingkan bisnis belaka.

Dengan sebuah kepentingan untuk bangsa dan negara, asumsi saya adalah pemerintah telah memberikan hal positif bagi negara dan rakyat.

Kita akui bersama bahwa sumber daya alam kita lama-kelamaan akan habis, oleh sebab itulah negara ini harus menjaganya untuk kepentingan bangsa dan rakyat.

Anggelita Putri
Jl. Raya Pondok Gede Komplek Villa Novo No. 8 RT 02/01, Jakarta Timur.

Surat pembaca diambil dari Bisnis Indonesia tanggal 11 Juni 2013.