11 Juni 2013

Waspadai Kejahatan Dengan Hipnosis!



SAYA seorang ibu rumah tangga yang mempunyai tiga orang putri. Yang sulung sekarang sudah menjadi mahasiswi salah satu politeknik negeri di Bandung tingkat satu. Biasanya anak saya ini pergi kuliah selalu diantar ayahnya, karena kuliahnya sering pagi.

Namun, Kamis, 16 Mei 2013, anak saya pergi kuliah agak siang sekitar pukul 8.00 WIB dari rumah. Jadi, dia pergi sendiri naik angkutan umum. Sampailah dia di persimpangan Jalan Gegerkalong, dia turun dan menyeberang jalan.

Sesampainya di seberang jalan, tibatiba ada seorang bapak dengan menggunakan sepeda motor mendekatinya. Saat itulah anak saya dihipnosis. Kemudian oleh bapakbapak tadi, anak saya dibawa keliling daerah Cihanjuang, Cimindi, sampai ke Cimahi. Katanya, laptop dan HP anak saya dipinjam oleh bapak tersebut. Yang lebih kejamnya lagi, dia menyuruh anak saya meminjam laptop temannya juga.

Lalu anak saya janjian dengan temannya (kebetulan temannya orang Cimahi). Si teman anak saya pun tanpa bertanya untuk apa langsung memberikan laptopnya kepada anak saya yang kemudian diberikan kepada bapak tadi. Jadi, melayanglah dua laptop dan satu HP.

Si bapak ini bak seorang "pahlawan yang kejam", dia memberi anak saya ongkos untuk pergi ke kampus. Sesampainya di kampus, barulah anak saya tersadar kalau dia sudah terhipnosis. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Sakit? Fasti, karena kami kebetulan dari keluarga yang ekonominya biasa saja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja harus menggunakan metode "gali lubang tutup lubang". Namun, kami sadar dan ikhlas, karena ini adalah bagian dari hidup. Mungkin ini adalah sesuatu yang harus terjadi. Kalau tidak, tidak mungkin terjadi...!

Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman. Mudahmudahan dengan kejadian yang dialami keluarga kami, bisa dijadikan pelajaran untuk orang lain. Dengan begitu, masyarakat lebih berhatihati lagi ketika berhadapan dengan orang yang tidak dikenal. Karena ternyata yang mengalami hal tersebut bukan hanya anak saya. Mendengar cerita dari orang lain, katanya kakak kelasnya juga pernah mengalami kejadian yang hampir serupa. Berarti kejahatan ini sudah lama ada, dan mungkin belum terungkap.

Mudahmudahan dengan dimuatnya surat ini, apa yang kami alami tidak dialami oleh keluarga lain. Bapak polisi pun bisa mulai menyelidiki tentang kejahatan hipnosis ini yang targetnya kebanyakan anak sekolah. Kami percaya bahwa polisi adalah sahabat masyarakat. Seorang sahabat pasti akan membantu ketika sahabatnya kesusahan, terima kasih


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 11 Juni 2013.