11 Juni 2013

Bank Yang Salah, Kami Kena Getah



PADA 27 Mei 2013 pukul 13.00 WIB, suami saya mencoba mengecek saldo rekening Bank Jatim via ATM Prima untuk mengecek apakah sudah ada refund dari asuransi.

Di layar monitor muncul angka yang cukup fantastis, kurang lebih Rp4.750.000.000 (Rp4,75 miliar). Seolah tidak percaya dan yakin ada yang salah dengan sistem, suami saya mencoba menarik tunai beberapa kali hingga total Rp6 juta dan mentransfer ke rekening BRI saya sebesar Rp10 juta. Semua transaksi berhasil.

Ketika suami saya menginformasikan hal itu, saya sangat terkejut sambil bercanda terkait dengan isu yang sedang ramai menyangkut tersangka pencucian uang.

Akhirnya kami memutuskan untuk mengembalikan semua uang yang sebelumnya diambil secara tunai pada rekening Bank Jatim karena kami yakin itu bukan hak kami.

Pada 28 Mei 2013, kami menuju Bank Jatim Cabang Pembantu Benowo. Setelah menyetor uang tersebut, kami menuju customer service/CS (Ibu Retno) untuk menanyakan asal muasal transfer uang sebesar itu dari mana. Sebab berdasar print out di buku tabungan, transaksi itu tercatat hanya sekali pada 24 Mei 2013. CS hanya bisa menginformasikan bahwa itu dari Bank Jatim utama.

Setelah melalui proses yang kalau ditulis cukup panjang, akhirnya masalah ini bisa dikatakan beres dan selesai. Akan tetapi, ada beberapa poin yang saya keluhkan.

1. Pada 28 Mei 2013, suami saya punya iktikad baik untuk langsung ke Bank Jatim cabang utama, tetapi Ibu Retno mencoba menahan sehingga akhirnya saya harus terlambat bekerja.

2. Demi mengurus permasalahan ini, suami saya terpaksa tidak masuk beberapa hari tanpa keterangan sehingga ada sedikit masalah dengan kantor tempat suami bekerja.Padahal, status suami saya masih pegawai kontrak di perusahaannya.

3. Sempat dijanjikan membantu menjelaskan ke perusahaan, tetapi sampai saat ini hal itu belum terbukti.
Sama halnya ketika membuat janji bertemu pukul 17.00 WIB, tetapi dengan seenaknya mengubah jadwal sehingga suami saya membolos kerja (pada waktu proses).

4. Pihak Bank Jatim yang berbuat kesalahan, kenapa akibat dan dampaknya kok kepada keluarga kami?


Awaliyatul Musyarofah
Dukuh BABAT RT 04 RW 01 Pakal
Surabaya, JAwa Timur


Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 11 Juni 2013.