11 Juni 2013

Antara Harga Bbm Bersubsidi Dan Harga Pangan



Antara Harga BBM Bersubsidi dan Harga Pangan

Sejak awal 2013, harga pangan di Indonesia benarbenar sudah naik terlalu
tinggi. Banyak produk pangan yang tak lagi terbeli oleh masyarakat, padahal itu adalah kebutuhan pokok. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi bila pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) .bersubsidi. Hampir tak pernah tak terjadi lambungan harga pangan saat harga BBM naik.

Sejak harga-harga pangan terus meningkat, pemerintah terus berjanji untuk menstabilkannya lagi. Namun, bukti menunjukkan bahwa kendati akhirnya turun, patokan harga pangan sudah jauh naik dan harga semula.

Ambil contoh, bawang merah, yang semula berharga normal Rp 15 ribu per kilogram. Beberapa waktu lalu harganya sempat meroket hingga menyentuh Rp 80.000 per kilogram. Kemudian, pemerintah turun tangan dengan melakukan operasi pasar dan membuka kran impor. Benar bahwa barga bawang merah telah turun. Namun, saat ini kisaran harganya menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Artinya, tetap ada kenaikan hingga mencapai 100 persen.

Demikian halnya dengan produk pangan lainnya. Harga sudah berubah dibandingkan dengan awal tahun ini. Apalagi, jika dibandingkan dengan la hun lulu. Saya merasa, konsumen dibuat kaget dengan kenaikan harga yang gila-gilaan, namun kemudian dibuat menerima saat harga turun, meski dengan perubahan patokan yang signifikan.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, saat pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM, dan wacananya sudah ramai beredar di masyarakat.


Kemudian , pemerintah membatalkan niatnya. Namun, harga pangan sudah terlanjur
naik dan tak turun lagi sampai saat ini.

Harga daging sapi malah tetap tak tersentuh. sangat tinggi, hingga jangan harap masyarakat menengah kebawah mampu menkonsumsi daging sapi.harga ayam potong broiler pun tak beranjak turun.

semua harga telah naik, bahkan sebelum pemerintah menaikkan harga BBM. Apapun yang dijadikan alasan saya tetap melihat bawah pemerintah ini memang telah gagal menjaga kestabilan harga.


Alih - alih para spekulan dan kartel besar di salajkan. Tetapi, apakah mereka bisa melakukan itu jika hukum sungguh ditegakkan. Janganlah pemerintah mencari kambing hitam. Karena, gonjang-ganjing harga tentu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.

Menyimak pernyataan Menko Perekonomian yang berjanji akan menjaga harga pangan sebelum kenaikan harga BBM, saya hanya bisa mengelus dada. Janji tinggal janji, kenyataan menunjukkan di masyarakat sebaliknya yang terjadi.


Arzetti
Komp Cimanggu Permai
Bogor, Jabar


Surat pembaca diambil dari Suara Karya tanggal 11 Juni 2013.