10 Juni 2013

Netralitas Media Harus Tetap Dijaga



Redaksi Yth,

Kemampuan media menganulir bahasa yang cenderung provokatif merupakan bagian dari independensi sebuah pemberitaan. Namun, di tengah situasi kehidupan sosial politik yang cenderung meningkat, sering kita temukan bahasa-bahasa media yang cenderung provokatif. Untuk menjaga kehidupan sosial politik, peran media sangat dibutuhkan sehingga netralitas media harus tetap dijaga.

Belakangan koreksi terhadap penggunaan bahasa provokatif dan tayangan yang provokatif nyaris tak terdengar. Bahkan, sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik, kehilangan independensi dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas.

Bahasa-bahasa jurnalistik sedikit demi sedikit dipinggirkan, awak media lebih suka menggunakan bahasa yang lebih beraroma provokatif.

Keterbatasan dalam melakukan pengawasan mungkin menjadi salah sahi penyebab, kenapa akhir-akhir ini media lebih suka menggunakan kalimat-kalimat yang bernada provokatif.

Penggunaan bahasa yang cenderung provokatif memang memiliki daya tarik, namun hal tersebut tentu memiliki efek yang kurang baik di masyarakat.

Pemberitaan yang memiliki nilai jurnalistik tinggi mampu mengubah pola pikir seseorang. Masyarakat akan dengan lebih mudah mencerna isi sebuah pemberitaan.

Kehadiran media sangat mutlak, namun media massa juga harus memahami faktor psikologis pembaca dengan tetap berpatokan pada rambu-rambu jurnalistik, sehingga kehadiran media bisa menjadi pencerah, bukan sebaliknya.

Membangun manusia Indonesia yang madani butuh media massa. Oleh sebab itu, media massa memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan mengalirkan informasi ke masyarakat.

Seseorang bisa besar namanya dan menjadi terkenal karena media, demikian pula para tokoh tak sedikit yang jatuh kesuksesannya karena pemberitaan. Media massa diharapkan tetap bisa netral sehingga informasi ke masyarakat tidak terputus di tengah jalan.

Hendriwan Angkasa
Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat

Surat pembaca diambil dari Sinar Harapan tanggal 10 Juni 2013.