10 Juni 2013

Sms Banking Bni Sering Gagal



SAYA sudah lama sekali menjadi nasabah di BNI. Meskipun payroll gaji saya di bank lain, rekening utama saya masih di BNI. Tapi, saya menyayangkan dengan layanan SMS banking BNI yang seharusnya bisa mempermudah transaksi di saat sibuk tapi sering gagal, terutama untuk layanan pembayaran, seperti bayar kartu kredit, isi pulsa elektronik, TV berlangganan, dan listrik.

Karena layanan elektronik BNI tersebut sering gagal, saya pun ragu memanfaatkan internet banking-nya sejak pertama kali registrasi. Karena SMS banking BNI sering gagal, maka saya jarang bertransaksi selain hanya sekadar cek saldo dan untuk bertransaksi melalui mobile dan internet saya menggunakan bank lain. Namun, karena urgent dan ingin menjajal kembali, pada Mei lalu saya mencoba top up pulsa melalui SMS banking BNI. Transaksi berkali-kali gagal, dan dalam catatan mutasi rekening saya, terdapat empat kali top up tiga kali gagal dan itu terjadi berturut-turut dalam dua hari. Baru top up kelima berhasil sebesar Rp250.00. Ketika transaksi gagal terjadi pendebitan, yaitu sebesar masing-masing Rp200.000. Karena top up gagal, seharusnya terjadi pengkreditan atau uang masuk kembali ke rekening. Tapi, yang terjadi tidak demikian. Dari empat kali gagal top up dan empat kali pendebitan, ternyata hanya dua kali uang yang dikembalikan, sedangkan pendebitan dari dua transaksi gagal lainnya tidak dikembalikan.

Saya coba hubungi 500046. Petugas call center bernama Yuni pun mengecek dan menyatakan memang betul terjadi pendebitan dua kali. Dia mengatakan uang akan dikembalikan dalam delapan hari ke depan. Namun, tak berapa lama kemudian, Yuni yang menelepon saya dan mengoreksi bahwa tidak ada pendebitan. Saya katakan, catatan saya berdasarkan catatan mutasi rekening di internet banking yang bisa dilihat secara realtime online. Selain itu, pengisian pulsa ke ponsel yang saya tuju pun bisa saya pastikan tidak terjadi, alias transaksi top up pulsa gagal. Tapi, petugas BNI itu tetap kukuh.

Akhirnya ya sudah, saya ikhlaskan raja. Toh tidak mungkin saya menggugat uang sebesar itu. Daripada saya membuang-buang waktu meminta uang Rp400.000 dikembalikan oleh BNI, saya berpikir tentu lebih baik memilih bank lain sebagai main account saya, yang terbukti layanan e-banking-nya lebih baik. Jika masalah kecil ini harus saya tuangkan dalam surat pembaca, itu bukan mempersoalkan uangnya, melainkan untuk mengingatkan BNI bahwa transaksi elektronik harus memudahkan, akurat, dan aman. Semoga BNI bisa memperbaiki infrastruktur pelayanan teknologinva agar mampu menepis anggapan miring bahwa teknologi BNI kalah canggih dibandingkan dengan bank lain.

Panca M.
Kramat Jati, Jakarta

Surat pembaca diambil dari Info Bank tanggal 10 Juni 2013.