25 Januari 2012

Berbahaya, Leasing Mobil Di Darmatama Finance



Berbahaya, Leasing Mobil di Darmatama Finance

SAYA punya pengalaman yang sangat buruk dengan perusahaan leasing Darmatama Megah Finance (Darmatama) cabang Cirebon. BPKB mobil saya diserahkan tanpa sepengetahuan peminjam dan tanpa surat kuasa pengambilan BPKB.

Kronologinya, sekitar Desember 2009 saya mengover kredit sebuah Inova diesel tahun 2005 dari dokter Prima di Cirebon. Saya pun sudah melakukan pembayaran hingga cicilan ke-23. Pada Oktober 2011, setelah sisa cicilan tinggal 13 kali lagi, saya berencana menjual Inova tersebut. Berhubung dengan pembeli sudah kenal, saya menyerahkan mobil dengan komitmen dalam satu minggu akan segera dilunasi dengan harga yang sudah disepakati.

Saat melakukan pengecekan ke leasing Darmatama, menurut hitungan saya, dengan kekurangan 13 kali cicilan lagi tinggal Rp68 jutaan, tapi membengkak menjadi Rp118 juta. Padahal cicilan per bulan hanya Rp5,3 juta. Denda yang dikenakan Darmatama sungguh mencengangkan. Saya didenda selama dua tahun berjalan sebesar Rp50 juta atau kira-kira Rp2 juta lebih per bulan. Sebuah angka yang fantastis.

Berhubung angka itu besar dan saya harus bertugas di Jakarta, saya serahkan kepada pembeli mau lanjut, dibatalkan, atau mau mengurus sendiri permohonan diskon denda ke Darmatama. Akhirnya pembeli sepakat mengurus sendiri denda tersebut. Sampai Januari 2013, penurunan total pelunasan menjadi Rp80 juta, padahal sudah masuk 2 kali cicilan sebesar Rp10 juta. Akhirnya karena masalah berlarut-larut, saya memutuskan jual beli batal saja. Saya pun minta si pembeli menyerahkan mobil tersebut dan hitung-hitungan.

Tiba-tiba hari selasa, 17 Januari, si pembeli tanpa pemberitahuan terlebih dahulu melakukan pelunasan ke Darmatama dan mengambil BPKB. Saya cek kepada dr Prima, ternyata proses pelunasan dan pengambilan BPKB tersebut juga tidak seizin dan tanpa surat kuasa dari dr Prima (surat kuasa asli ada di saya dan tidak pernah diserahkan ke orang lain selain saya). Itu kan ilegal. Berbahaya sekali leasing melakukan tindakan seperti itu. Bagaimana mungkin BPKB kendaraan yang dipegang leasing bisa diserahkan kepada pihak lain tanpa izin dan surat kuasa?

Dengan alasan apa pun, sungguh keterlaluan tindakan Darmatama. Itu sudah jelas-jelas melecehkan hukum, merugikan masyarakat, melecehkan otoritas keuangan, dan merusak citra leasing di Indonesia dengan seenaknya melakukan pelanggaran.

Saya benar-benar dirugikan Darmatama karena pembeli dengan mudah tidak menyelesaikan urusan pembayaran dengan saya.

Untuk otoritas keuangan yang membawahkan leasing, saya mengimbau agar leasing seperti itu ditinjau kembali perizinannya, kalau perlu dicabut izinnya jangan sampai beroperasi dan terus-menerus merugikan masyarakat.

Holid Azhari
Perum Griya caraka Kalikoa Kedawung Cirebon

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 25 Januari 2012.