26 Januari 2013

Layanan Asuransi Jasa Raharja Putra



Hubungi kami:
            halo[at]suarapembaca[dot]net
                atau Kirim Suara Anda
Saya kecewa terhadap PT Asuransi Jasa Raharja Putra. Ceritanya berawal pada September 2010. Waktu itu saya membeli mobil secara leasing lewat PT Tunas Mandiri Leasing (PT TML) dalam jangka waktu 3 tahun. Untuk mobil Isuzu Panther, saya beli dengan membayar asuransi all risk.

Pada saat tanda tangan kelengkapan leasing, saya meminta agar menggunakan asuransi PT Sinarmas Putra. Sebab, saya punya pengalaman, setiap saya mengambil mobil di PT Tunas Mandiri Leasing, asuransi yang saya pilih adalah PT Sinarmas. Alangkah kagetnya saya, ketika polis asuransi keluar, ternyata PT TML memindahkannya ke Asuransi Jasa Raharja Putra (PT JRP ) tanpa permintaan dan persetujuan saya.

Padahal polis dengan nomor 01.00.20.07.00176 itu saya bayar preminya penuh, bukan hadiah dari PT TML. Akhirnya, waktu itu saya tidak mempermasalahkannya, karena saya pikir PT JRP adalah badan usaha milik negara (BUMN). Pada sekitar September 2012, setelah 2 tahun menggunakan mobil itu, ada kejadian (accident) yang menyebabkan kerusakan cat pada mobil dan kerusakan gear box steer karena benturan keras pada ban, sehingga menyebabkan setir bengkok.

Saya mengajukan klaim. Lama menunggu SPK untuk ke bengkel, akhirnya PT JRP mengirim adjuster untuk menilai kerusakan mobil seperti yang saya klaim. Ternyata, menurut penilaian adjuster mereka, yang menurut saya sangat tidak profesional, dinyatakan bahwa kerusakan mobil saya karena aus.

Namun, setelah saya emosional dan meminta pihak PT JRP ke bengkel resmi Isuzu untuk mendengarkan penjelasan secara teknis (second opinion), ternyata bengkel Isuzu berpendapat bahwa memang ada benturan pada ban, bukan aus.

Pihak PT JRP, yang ikut ke bengkel, akhirnya mengakui kesalahan adjuster- nya, serta meminta dibuatkan surat pernyataan resmi dari bengkel tersebut untuk kelengkapan banding klaim ke kantor pusatnya untuk menjelaskan apa yang rusak dan penyebab kejadiannya, termasuk foto. Surat tersebut sudah saya serahkan ke PT JRP pada 30 November 2012.

Namun sampai sekarang belum ada jawaban, padahal sudah saya telepon dan SMS berkali-kali. Sampai sekarang, klaim saya itu belum selesai. Saya berharap pada Menteri BUMN Dahlan Iskan agar peduli dengan perusahaan yang diurusnya.

Fuad Mohamad
Condet, Jakarta Timur

Surat pembaca diambil dari Koran Tempo tanggal 26 Januari 2013.