26 November 2012

Kecewa Dengan Promo Kpr Bpr



TERTARIK dengan iklan promo KPR Bentang Padalarang Regency yang dimuat di sebuah surat kabar, saya pun langsung menghubungi marketingnya yang berinisial E.

Pada 14 Agustus 2012, saya mendatangi kantor pemasaran PT Miftah Putra Mandiri sebagai developer yang beralamat di Jln. Raya Padalarang No. 46sC. Setelah melihat kaveling yang ditinjau oleh Saudara E, saya diminta untuk membayar booking fee sebesar Rp 2 juta. Menurut Saudara E, permohonan kredit KPR saya akan lolos bila dilakukan perubahan data dengan biaya sebesar Rp 200.000.

Pada 20 Oktober 2012, lewat SMS Saudara E mengabarkan bahwa kredit saya ditolak di BJB Padalarang maupun di BJB Baros Cimahi. Pada 6 November 2012, saya cross check ternyata baik di BJB Padalarang maupun BJB Baros Cimahi tidak pernah ada pengajuan oleh Saudara E tersebut atas nama saya.

Pada 8 November 2012, kembali saya datang ke kantor pemasaran dan ternyata aplikasi saya masih tersimpan rapi. Menurut Saudara Q, kredit saya ditolak disebabkan nama saya sudah terdaftar di BI,

Saudara Q dengan roman santai menyarankan sekaligus memerintahkan agar saya mencari na-ma pengganti untuk diajukan ke BNI. Kalau memang nama saya sudah tidak baik, kenapa harus dipaksakan untuk mendapatkan kredit KPR?

Berangkat dari ketidakpuasan, pada 10 November 2012 meski sempat dibohongi oleh operator, saya kembali menanyakan orang yang berwenang di kantor pemasaran tersebut. Operator pun memberi nama Pak G. Setelah berbicara dengan Pak G, yang bersangkutan berjanji akan mengupayakan harapan saya setelah berkoordinasi dengan Saudara E, tetapi sampai surat ini dibuat, belum ada kabar.

Kepada Harian Umum Pikiran Rakyat, saya ucapkan terima kasih.

Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 26 November 2012.