22 September 2012

Sampah Kiriman, Tanggung Jawab Siapa?



Hubungi kami:
            halo[at]suarapembaca[dot]net
                atau Kirim Suara Anda
MENCERMATI pernberitaan di Harian Umum Pikimn Rakyat pada Selasa (11/9/2012) dan Sabtu (15/9/2012) halaman Bandung Raya/Opini (Surat Pembaca) tentang tumpukan sampah di Sungai Cikapundung Kolot yang melintasi kawasan Maleer V dan Kebongedang = seberang Maleer V (Kebongedang perlu kami sebutkan, mengingat berseberangan dengan Maleer V), tumpukan sampah di dekat jembatan Gatsu itu sebenarnya fenomena tahunan. Tiaptiap musim kemarau tiba, pasti kawasan tersebut banyak tumpukan sampah karena mengeringnya aliran air sungai. Sampaisampai orang bisa berjalan di atas tumpukan sampah saking padatnya. Bahkan, bau menyengat ketika melewati daerah tersebut dan banyak lalat hijau.

Sampah yang terbawa arus aliran Sungai Cikapundung KolotGatsu itu sebenarnya kiriman dari masyarakat yang ada di hulu sungai. Kalau kita telusuri, di antaranya melewati Jembatan Opat, Cicadas, dan seterusnya. Bahkan, ada yang bercabang dari arah Cibangkong dan seterusnya. Ini perlu dijelaskan mengingat dalam pemberitaan seolaholah masyarakat Maleer yang terkena beban untuk membersihkan sampahsampah itu.

Padahal, sudah ada penjelasan dari Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, dalam hal ini sebagaimana penjelasan dari Bapak Iming Ahmad, pihaknya akan bekerja sama dengan PD Kebersihan kota. Tinggal menunggu realisasinya, yaitu pengerukan. Syukur kalau cepat turun hujan, biasanya langsung hanyut. Akan tetapi, akan berdampak pencemaran ke arah hilir sungai (Citarum dan seterusnya). Alangkah baiknya kalau cepat dikeruk!


Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 22 September 2012.