09 November 2018

Mencetak Generasi Unggul



ANAK berprestasi tentu saja menjadi harapan setiap orang tua. Kebahagiannya dengan melihat kesuksesan anaknya di dunia dan akhirat Dalam peringatan Hari Anak Nasional tanggal 31 Oktober 2018 lalu, yang bertempat di Taman Ekspresi Sempur, Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya mengajak semua pihak agar mengantarkan anak-anak Indonesia khususnya yang ada di Bogor menjadi anak-anak yang sukses dan berprestasi Dengan cara memenuhi hak-hak anak seperti hak memperoleh kesehatan, pendidikan yangberkualitas, lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Karena anak adalah aset bangsa dan generasi penerus.

Tujuan ini sangat mulia, dengan memberi hak pada anak tentunya akan tercetak generasi unggul yang akan mengisi peradaban yang agung. Tapi tidak bisa kita mungkiri tujuan yang mulia itu tidaklah mudah terealisasi karena membutuhkan peran yang sangat besar dari orang tua (ibu dan ayah), masyarakat dan juga negara.

Ibu sebagai 'madrasatul ula' atau sekolah pertama untuk anak-anaknya. Peran ibu ini sangat penting untuk mendidik anaknya menjadi anak yang saleh. Karena anak yang saleh yang taat pada agamanya akan menjaga bangsa ini dari kehancuran. Tentu saja, seorang ibu tidak bisa sendiri dalam mendidik anak. Diperlukan peran seorang ayah untuk bersinergi dalam menanamkan pemahaman Islam pada anak, karena itu adalah salah satu kewajibannya. Menjadi kewajibannya juga, untuk memberikan tempat tinggal yang nyaman, makanan yang halal dan baik untuk perkembangan fisik dan spiritualnya.

Peran orang tua saja tidaklah cukup. Lingkungan yang aman dan nyaman juga sangat dibutuhkan. Dalam kondisi saat ini tidak bisa dimungkiri bahwa lingkungan sosial tempat kita hidup, telah mengalami kerusakan. Kemaksiatan tampak jelas di depan mata, gaya hidup hedonis dan individualis, adanya peredaran narkoba dan minuman keras, LGBT, dan lain-lain. Hal ini tentunya memberi pengaruh buruk bagi perkembangan anak-anak. Di rumah mereka dididik dengan baik namun di lingkungan sekitar tidak ada yang bisa menjamin.

Peran selanjurnya yang tidak kalah penting adalan peran negara. Negaralah yang punya wewenang untuk menghentikan taya-ngan-tayangan negatif yang mengandung unsur pornografi dan pergaulan bebas, juga sinetron-sinetron yang tidak berfaedah, dan lain sebagainya. Karena tayangan-tayangan ini juga akan memberi pengaruh buruk pada pola pikir dan pola sikap anak.

Adanya pembagian peran dari orang tua, masyarakat, dan negara tersebut tidak bisa kita dapatkan pada sistem kapitalis yang sedang diterapkan saat ini. Hanya dengan sistem Islamlah generasi unggul akan dihasilkan. Karena dengan adanya penerapan hukum Islam, individu yang bertakwa, Masyarakat Islami yang peduli dan aturan negara akan bisa bersinergi. Kita bisa berkaca pada sejarah peradaban Islam di masa kekhilafahan, banyak tercetak generasi-generasi unggul pada masa itu. Contohnya Imam syafei, Ibnu Sina (bapakkedokteran), Al Kwarizmi, dan lain lain. Untuk itu, sangat layak dan menjadi kewajiban kita, untuk sama-sama berjuang supaya hukum Islam bisa diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.

Emiatun Gunung Batu Bogor



Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Radar Bogor tanggal 09 November 2018.