21 Oktober 2018

Gabut



Oleh: VITO PRASETYO

KATA "gabut' bukanlah kata dalam referensi Kamus Besar Bahasa Indonesia, tetapi sangat sering kita dengar. Kata ini hanya ada pada kamus gaul, yang sangat dominan dipakai oleh masyarakat, terutama daerah perkotaan. Dalam pemakaian awal, kata "gabut* adalah singkatan dari 'gcgi buta".

Lalu pertanyaannya, apakah kata "gaji buta" ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia? "Gaji buta' adalah kata dasar yang tidak bisa dijadikan singkatan dalam susunan kalimat bahasa baku. Kata "gaji buta", adalah dua suku kata yang digabungkan menjadi satu dan ada dalam literatur kata KBBI.

Di sini, hal menarik dalam penggunaan kata "gabut" karena makna dan arti dalam kamus kata gaul lebih dominan kedudukannya daripada kata "gaji buta' dalam KBBI. Dalam perkembangannya, baik kita dengar, melihat kenyataannya kita sering menggunakan bahasa gaul. Kata "gabut' jika digunakan dalam percakapan, tidak hanya sebagai kata singkatan, tetapi juga sebuah ungkapan dan istilah. Ini karena dengan sudut pandang berbeda, memiliki definisi yang berbeda pula.

Kata "gabut" sendiri mengalami perkembangan sebagaimana kata-kata lainnya, disebabkan tekstur budaya lokal yang banyak mengadopsi literasi kata unik dan tujuannya untuk lebih memodernisasi gaya hidup. Kata ini, awalnya mulai berkembang pada tahun 2011, dan secara kontekstual lebih banyak dikaitkan dengan kondisi seseorang dalam pekerjaan.
sehingga dikategorikan sebagai kata sifat dalam penggolongan kata rumusan tata bahasa (secara gramatikal).

Dari beberapa sumber, ada beberapa contoh dari kata 'gabut" yang memiliki arti dan fungsi yang berbeda pula. Akan tetapi ini hanya dipakai secara nonformal, dalam lingkup masyarakat yang tidak bergantung pada kaidah bahasa. Coba =kita simak kalimat di bawah ini:

"Kamu sombong, aku lewat, kamu gabut banget"

Kata 'gabut* di sini adalah singkatan "betaga buta". Artinya, gabut dalam kalimat itu tidak kenal atau tidak melihat.

Atau dengan kalimat lain, dengan pengucapan sama tetapi berbeda makna, seperti: 'Kamu mau ditolongin, tapi kamu gabut deh'

Di sini arti atau makna menjadi beda, kata "gabut" berarti "ga butuh*. Jadi jangan cepat-cepat mengartikan gabut, tapi lihat dulu konteks kalimatnya. Pengguna kata gabut ini, biasanya anak-anak muda dalam percakapan sehari-hari. Sesama mereka akan cepat paham apa yang diucapkan.

Dan masih banyak lagi contoh penggunaan kata ini dalam komunikasi sehari-hari. yang dapat merusak tekstur tata bahasa baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Tentu kita berharap, perkembangan budaya lokal melalui komunikasi sehari-hari, tidak mengurangi peran dan fungsi keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Jangan sampai karena penggunaan kata baru, mengundang salah paham.***

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Pikiran Rakyat tanggal 21 Oktober 2018.