23 September 2018

Ketangguhanmu Tak Aku Ragukan Lagi



Setiap orang punya jalan hidup, tapi jalan yang ia lalui sangat terjal, butuh kekuatan dan keseimbangan yang lebih untuk menopang dirinya dan orang-orang yang masih mengikut dengannya. Aku mengenalnya beberapa pekan yang lalu, ibu penjual buah di dekat kampusku. Umur tak menjadi penghalang untuk mencari rezeki yang halal sebab bukan tentang banyaknya, melainkan seberapa berkah dari hasil yang kita dapatkan.

Perlahan tapi pasti, dengan penuh kesabaran, ia dorong gerobak hijaunya setiap pagi menuju tempat yang sudah menjadi sejarah baginya. Sejak 2003, ia sudah menjual buah sampai sekarang 2018. la adalah orang beruntung menurutku, mengapa tidak? Sebab ia sudah banyak menyaksikan mulai dari awal sampai akhir orang-orang berhasil dan menyelesaikan studinya di kampus yang sekarang menjadi tempatku berproses.

Jarang wanita menghabiskan waktunya di pinggir jalan, aku yakin beliau pun pernah membayangkan jika di usia tuanya duduk bersantai dengan anak cucunya di rumah, menikmati apa yang ada di sekelilingnya. Namun,'Tuhan punya rencana indah di balik pengharapan yang kita tawarkan.

Ia menjalani hidup dengan penuh semangat serta ikhlas menerima takdir dari-Nya. Penghasilan yang ia dapat dari menjual buah tidak seberapa, jika pun habis ia mendapatkan untung tak banyak, jika tidak ia akan rugi. Namun, Tuhan Mahapengasih, percayalah ketika kita berjalan di jalan yang benar, kita akan sampai pada tujuan.

Aku bangga, ia telah memilih jalan yang indah, sebab di luar sana banyak orang yang tidak mampu berusaha dan punya mental kuat sepertinya yang akhirnya mengambil jalan pintas untuk memuaskan pribadinya. Caranya menikmati hidup sangat sederhana, namun kebahagiaan selalu bersamanya. Hidup ini bukan untuk ditangisi, melainkan untuk diperjuangkan.

Terima kasih telah menjadi pelipur laraku mulai dari awal menginjakkan kaki dan kuliah di tanah Minang ini. Terima kasih telah menginzinkanku mengenal sosokmu yang tangguh, meski usia tak lagi muda tapi pengakuanku akan kusematkan kepadamu wahai pemilik jiwa petarung.

Aku ingin bercerita banyak tentangmu, hari ini, esok, dan pada masa yang akan datang.

Padang, Rabu 5 September 2018
IBNU SULTAN
Mahasiswa Pascasarjana FBS UNP

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 23 September 2018.