14 Agustus 2018

Pengawalan Lajur Bagi Atlet Asian Games



SAAT melintasi tol dalam kota tepat di atas gerbang pembayaran ada papan dis-play yang bertuliskan lajur satu khusus untuk atlet Asian Games. Sebuah kebijakan yang bagus karena itu untuk memudahkan pergerakan para atlet menuju tempat pertandingan agar tidak terlambat.

Namun, bila melihat kondisi jalan Ibu Kota yang centang perenang, ada rasa pesimis hal itu bisa terlaksana dengan baik. Padahal, ketertiban Kota Jakarta menjadi etalase ke dunia internasional bahwa kota ini mampu mengatasi keruwetan lalu lintas.

Butuh upaya keras untuk mengatasi persoalan klasik ini. Ketika keputusan menggunakan lajur satu, dari tiga lajur yang ada, khusus untuk atlet Asian Games, tentu sangatlah menggembirakan. Namun, bila melihat perilaku pengendara yang lebih sering sesuka hati, melihat lajur yang kosong saat di sisi lain padat, tentu akan mendorong dia untuk menyerobotnya. Belum lagi bila ada pejabat, merasa pejabat, kawan pejabat, atau tetangga pejabat yang lewat.

Tinggal di sini ketegasan aparat kepolisian yang tentunya menda-pat tanggung jawab mengawal sterilisasi itu. Menurut saya, untuk benar-benar membuat lajur itu steril, butuh sejumlah mobil patroli untuk mencegah pengemudi nakal yang coba menerobos. Hendaknya di setiap 300 meter ada satu patroli yang berjaga. Memang butuh banyak aparat untuk itu, tapi bila ingin hajat bangsa ini sukses, tentu hal itu harus jadi opsi yang patut dipertimbangkan.

Perilaku pengendara di Ibu Kota tak bisa sekadar diimbau. Butuh pemaksaan tegas agar mereka patuh pada aturan yang dibuat. Sekarang tinggal bagaimana kebijakan dari para pemangku kepentingan. Harapannya, Asian Games ke-18 ini bakal sukses tanpa menimbulkan keruwetan di jalanan. Semoga.

Indro Soedibyo
Jatiwarna, Bekasi

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 14 Agustus 2018.