22 Juli 2018

Rekonsiliasi Pascapilkada 2018



Pilkada serentak 2018 usai digelar. Disadari atau tidak, pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali tersebut berpotensi menimbulkan konflik yang dapat merusak persaudaraan (ukhuwah) di kalangan umat.

Gesekan di akar rumput biasanya mulai terasa sesaat setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menetapkan pasangan calon kepala daerah yang akan berkompetisi. Ujaran bernada kebencian [hate spe'ec/i) serta berita bohong [hoaks] makin merajalela. Alih-alih berupaya semaksimal mungkin meraih simpati rakyat dengan program-program unggulan, tim'sukses maupun para pendukung kandidat justru sibuk membuka aib kandidat lain.
Akibatnya, hubungan persaudaraan antarsesama Muslim pun menjadi rusak hanya karena perbedaan pilihan politik.'

Keretakan ukhuwah sebenarnya tidak perlu terjadi apabila prinsip berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqulkhairat} benar-benar dijadikan pegangan setiap kandidat maupun para pendukungnya.

Suksesi kepemimpinan di tingkat pusat maupun daerah pada hakikatnya merupakah ikhtiar memilih calon pemimpin terbaik dalam rangka melayani kepentingan masyarakat, bukan memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun saling menjatuhkan dalam upaya meraih kursi kekuasaan. Sebaliknya, menawarkan program:program unggulan kepada masyarakat seharusnya lebih dikedepankan sebagai solusi menyelesaikan berbagai persoalan.

Untuk merajut kembali ukhuwah yang sempat terkoyak, para elite politik hendaknya mampu bersikap sebagai negarawan. Jika ditemukan kasus ,pelanggaran, jalur hukum hendaknya lebih dikedepankan daripada menebar kebencian kepada kandidat yang dinyatakan menang maupun memobilisasj pendukungnya untuk . membuat kegaduhan. Adapun bagi kandidat yang menang, diharapkan segera melakukan rekonsiliasi dengan para kandidat yang kalah.

Hal tersebut perlu dilakukan guna menyatukan berbagai potensi dalam upaya membangun daerah sekaligus merekatkan'kembali hubungan antarmasyarakat yang sempat terganggu selama proses pilkada berlangsung.

T MUNANDAR HILMI SAG
Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Robithoh Subang, Jawa Barat

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Republika tanggal 22 Juli 2018.