24 Juni 2018

Ketika Anak Menginjak Dewasa



Saya memiliki anak laki-laki berusia 14 tahun. Saat masih sekolah dasar, anak saya nurut dan sering membantu saya, seperti membelikan keperluan dapur di warung. Namun, sejak memasuki sekolah menengah pertama (dua tahun lalu), anak saya lebih mengutamakan temannya. Ketika pergi dengan teman, dia tidak pamit orang tua. Sudah saya ingatkan, tapi dia seperti sulit menolak ajakan teman.

Saya lihat uang saku di dompetnya juga semakin menipis. Memang ada barang-barang baru tapi model lama, misalnya jaket yang ada kerudungnya, saya tidak suka. Saya ingin dia kembali seperti dulu, nurut, selalu pamit bila ingin bepergian dan bisa memilih teman bergaul yang baik. Mohon saran, terima kasih.

Rani Widyasari, Solo

Permasalahan yang Anda alami juga dialami oleh orang tua lainnya. Anak yang semula penurut menjadi sering beradu argument, menolak ketika diminta membantu, lebih sering pergi bersama teman-temannya. Dilihat dari usianya (14 tahun) Ananda sudah menginjak akhir dari masa remaja awal yang ditandai oleh perubahan fisik, kognitif, sosioemosional, dan perilaku. Secara singkat, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu :

1. Pahami kondisi yang sedang Ananda alami saat ini. Pelajari perubahan fisik yang terjadi pada Ananda. Bukalah komunikasi dengannya tentang perubahan fisik tersebut. Tidak jarang anak menjadi tertutup dan kurang terbuka. Berikan kesempatan pada anak untuk kesiapan bercerita.

2. Tumbuhkan rasa percaya Ananda kepada Anda. Lebih baik mendengarkan apa yang dikeluhkan daripada berdebat dengan Ananda. Semakin didebat, semakin mudah bagi anak untuk lari meninggalkan Anda.

3. Berikan kasih sayang dan perhatian sesuai dengan kebutuhan Ananda. Kadang-kadang anak ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, berikan kesempatan untuk melakukannya agar anak bisa belajar dari situasi itu.

4. Ajaklah berbincang tentang aktivitas yang sedang dijalaninya. Berikan tanggapan yang sesuai dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh Ananda.

5. Berikan kesempatan menyampaikan usul atau saran berkaitan dengan kondisi keluarga. Misalnya meminta Ananda untuk memikirkan penataan ruang di kamarnya, kamar tamu atau cat rumah yang cocok.

6. Berikan contoh-contoh perilaku yang lebih konkret. Misalnya meminta Ananda salat, harus didahului oleh contoh dari orang tuanya, jangan sekedar meminta atau menyuruh saja.

7. Tanamkan kehidupan beragama yang tepat. Sehingga dapat mengurangi keinginan Ananda mencoba hal-hal yang dilarang oleh agama dan dapat mengontrol perilakunya menjadi lebih baik.

8 Tetaplah selalu berdoa yang terbaik bagi Ananda terus menerus agar terhindar dari kemungkinan buruk. Semoga bermanfaat dan diberi kemudahan oleh-Nya.

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Solo Post tanggal 24 Juni 2018.