20 Juni 2018

Sistem Booking Tiket Lion Air Mengecewakan



PADA Kamis (7/6), saya seharusnya berangkat dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Jakarta menggunakan maskapai Citilink pukul 19.45 Wita. Namun. saya terkena kemacetan di jalan yang membuat ketinggalan flight.

Akhirnya saya memutuskan berangkat dengan flight berikutnya menggunakan Lion Air. Karena masih dalam perjalanan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, saya menelepon call center Lion Air pada pukul 20.00 Wita untuk melakukan pemesanan tiket.

Petugas call center akhirnya memberikan kode booking RMYQZK dan kode bayar 1880128311455. Saya diberikan limit waktu pembayaran sampai pukul 20.20 Wita.

Setiba di bandara saya bergegas ke ATM Bank BNI untuk melakukan pembayaran tiket senilai Rp741 ribu pada pukul 20.16 Wita. Selanjutnya, saya menuju counter Lion Air untuk cetak tiket. Di sinilah keanehan terjadi.

Petugas wanita yang bertugas malam itu menyampaikan bahwa kode booking yang telah terbayar tersebut sudah kedaluwarsa sehingga tidak bisa cetak tiket. Saya katakan bagaimana mungkin expired, sementara waktu yang diberikan call center belum lewat yaitu pukul 20.20 Wita.

Sementara itu, transaksi di mesin atm berhasil dengan waktu transaksi 20.16 Wita. Namun, perempuan tersebut tetap ngotot dan saya minta bertemu supervisornya. Saya pun ditemui bapak Hamzah dan bapak Usman. Mereka dengan ramah menjelaskan bahwa secara sistem kode booking saya memang sudah kedaluwarsa.

Kemudian supervisor tadi mencetakkan detail kode booking dan tertera batas waktu pembayaran tiket saya ialah pukul 19.20. Infonya, karena booking dilakukan via call center yang waktunya ternyata Waktu Indonesia Barat (WIB).

Bagaimana mungkin batas waktu yang diberikan 19.20 WIB, sementara saya menelepon ke call center untuk booking tiketnya saja sudah pukul 20.00 Wita. Walaupun waktu di call center-nya WIB, jelas sekali saya booking penerbangan dari Makasaar yang waktunya Wita. Konyol sekali bila call center tak bisa membedakan pembagian waktu. Bagaimana dengan rute internasional? Penjelasan bapak Hamzah bahwa data tersebut ialah data dari sistem maskapai Lion Air.

Saya tetap ngotot karena rekening saya telah terdebet dan keluar resi pembayaran. Seharusnya kalau sudah expired tentu tidak akan muncul di ATM dan tak dapat dilakukan pembayaran.

Mereka kemudian memberikan solusi untuk dilakukan booking tiket ulang. Akan tetapi, uang saya yang telah terdebet tidak dapat dikembalikan atau diperhitungkan untuk pembelian tiket baru. Artinya, saya harus keluar uang lagi untuk itu. Saya akhirnya bisa membeli tiket baru dan dijanjikan refund ke rekening saya maksimal 14 hari.

Awalnya saya ingin melakukan gugatan perdata melalui lembaga perlindungan konsumen. Namun, apresiasi empati dan layanan bapak Hamzah dan bapak Usman akhirnya membuat saya menunggu proses refund dana tersebut.

Ada banyak pertanyaan buat Lion Air terkait hal yang menurut saya tak masuk akal. Namun, secara keseluruhan saya kecewa dengan maskapai ini.

Awaluddin Mustamin
Kota Makassar Sulawesi Selatan

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 20 Juni 2018.