13 Juni 2018

Siapa Calon Presiden



AMIEN Rais, politisi dan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), menyatakan ingin maju \ dalam dalam kontestasi Pemilu Presiden tahun 2019. ita berharap, keinginan itu disampaikan dengan serius, ukan sekadar membuat gaduh situasi di dalam negeri. Tentu kita tidak menganggap keinginan itu sebagai per-yataan belaka, apalagi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan bahwa partai akan mengajukan kader sendiri mtukPilpres2018.

Pencalonan Amien Rais memperoleh reaksi positif dari lalangan eksternal partai. Bahkan Presdien Joko Widodo /ang memiliki angka elektabilitas tertinggi saat ini. dibandingkan nama-nama yang diatawarkan berbagai lembaga survei.

Kalangan pengamat politik memberi respon positif bagi Amien Rais yang dinilai memiliki latar belakang intelektual dan pengalaman yang mumpuni. Amien Rais adalah guru besar politik bergelar profesor: Selain mantan pimpinan partai. ia juga mantan Ketua M PR RI dan eks-ketua umum pengurus pusat Muhammadiyah.

Tak acara catatan masa lalu yang membebani Amien Rais, bahkan ia diakui berbagai pihak sebagai tokoh gerakan reformasi tahun 1998. Sebagai barisan kelompok "oposisi" bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. belakangan semakin jelas sikap menentang pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres JusufKalla.

Jika membandingkan Amien Rais dengan Mahathir Muhammad yang kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia pada usia 92 tahun, ketika ia memilih turun gelanggang untuk menyelamatkan bangsanya; Tentu dari sisi ini bukan alasan untuk mengatakan bahwa dari sisi usia Amien Rais sudah terlalu tua.

Sehingga tak ada alasan untuk meragukan kemampuan intelektual dan pengalaman Amien Rais sebagai calon presiden mendatang. Selama ini memang tak ada keraguan terhadap Amien Rais yang dikenal sebagai 'Ihe kings maker" namun harus dikatakan bahwa hal yang berbeda ketika memposisikan diri to be the king.

Akhirnya, rakyat tentu akan menggunakan hak konstitusionalnya sebaik-baiknya. Memilih siapa calon yang ingin bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara, dan siapa yang calon yang menunjukkan nafsu kekuasaan belaka.

Untuk membedakan keduanya, masing-masing calon berusaha menarik hari rakyat. Termasuk menggunakan segala cara, bahkan merendahkan martabat dirinya sendiri.(0)

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Sriwijaya Post tanggal 13 Juni 2018.