13 Juni 2018

Qona'ah Hilangkan Stress



SALAH satu sipat terpuji yang diajarkan Rasulullah SAW, adalah sipat Qona'ah, yakni merasa cukup atas pemberian Al-khaliq kepada dirinya dan senantiasa bersyukur. Sipat ini sangat dibutuhkan, khususnya di zaman serba hedonis saat ini, dimana orang selalu berlomba-lomba mencari kenikmatan hidup yang berlebih dan tak pernah puas.

Makanya Qonaah adalah amalan hati, sederhana diungkapkan tapi belum tentu mudah prakteknya. Terlalu banyak godaan yang membuat kita merasa "rumput tetangga selalu lebih hijau". Sepele sebenarnya, tapi siapa saja bisa mengalaminya, termasuk para sahabat Rosulullah. Parahnya, hal sepele ini bisa membuat orang merasa apatis terhadap kehidupan, bahkan akhirnya benar-benar gagal.

Rosulullah mengajarkan kepada ummatnya agar senantiasa aonaah dalam kehidupan sehari-hari. Qonaah merupakan sikap positif menerima apa adanya pemberian dari Allah dengan ikhlas dan bersyukur tanpa rasa mengeluh sedikitpun Ketika kita menjalani sebuah kehidupan di dunia ini, tak luput setiap orang dihadapi oleh segenap permasalahan, dan tanpa banyak kita sadari munculnya masalah tadi itu berasal dari diri kita sendiri. Ini tak lain karena dalam diri kita selalu terjadi pergolakan antara nurani yang dibimbing oleh wahyu dan hawa nafsu yang tak pernah henti mengganggu kita yang berasal dari setan yang terkutuk.

Nurani yang selalu berbicara dan mengajak diri kita untuk mengikuti kebenaran, sedangkan hawa nafsu selalu menyeret kita pada lembah kenistaan, ua kekuatan ini yang disinyalir dalam Al-Qur'an sebagai ciri dari hakekat manusia.

Namun dibalik itu semua adalah ladang untuk berlomba-lomba dalam mencapai kebahagiaan hidup. Ketika nurani yang unggul dengan mengikuti kebenarannya, maka kebahagiaanpun diraihnya dan apabila hawa nafsu yang menjadi komandannya niscaya kesengsaraan dan kesusahan yang akan diperolehnya. Kebahagiaan yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengikuti kebenaran vang padanya ketenangan jiwa dapat dirasakan. Karena kebahagiaan tidak selalu identik dengan kemewahan sebagaimana kemenangan tidak selalu identik dengan kebenaran. Rasulullah mendefinisikan kebenaran dengan sesuatu vang menjadikan nati tenang
beribadah kepada Allah SWT dan terhindar dari stres yang distres.

Dan yang perlu diingat, banyak yang memiliki harta namun jarang memiliki sifat mulia. Padahal jika seorang muslim meraihnya ia seakan-akan memiliki dunia seisinya. Jika memilikinya, ia tidak tamak pada harta orang lain dan juga selalu ridho dengan ketetapan Allah, la pun yakin segala yang ditetapkan oleh Allah, itulah yang terbaik. Itulah Qonaah.

Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya." (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu \lajah no. 4141. Abu 'Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).Hadits di atas menunjukkan bahwa tiga nikmat di atas jika telah ada dalam diri seorang muslim, maka itu sudah jadi nikmat yang besar. Siapa yang di pagi hari mendapatkan tiga nikmat tersebut berarti ia telah memiliki dunia seisinya. Lihat Rosysyul Barod Syarh Al Adab Al Mufrod, hlm. 160.

Hadits di atas dibawakan oleh lbnu Majah dalam Bab "Qanaah". Di mana rizki yang disebutkan dalam hadits tersebut dikatakan cukup dan patut disyukuri. Inilah sifat qanaah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Allahu A'alam.

Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Sriwijaya Post tanggal 13 Juni 2018.