26 Mei 2018

Jangan Mencemari Ibadah Dengan Informasi Hoaks



PERKEMBANGAN teknologi yang semakin pesat membuat banyak manusia benar-benar menjadi penikmat. Penggunaan teknologi membuat berbagai macam aplikasi di dunia maya, khususnya media sosial (medsos), menjadi begitu marak. Akibatnya, gelombang informasi pun datang tiada henti, termasuk hoaks.

Hoaks merupakan informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah benar. Informasi seperti inilah yang bisa berujung pada perpecahan bangsa dan negara. Padahal, berita bohong dilihat dari perspektif Islam sama artinya dengan fitnah. Hal itu karena menuduh seseorang tanpa adanya bukti nyata, yang membuat tertuduh merasa tersakiti.

Dalam ilmu sosial bisa dikategorikan perilaku menyimpang. tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, yang disebabkan sosialisasi tidak sempurna diterima oleh individu.

Maka dengan pesatnya perkembangan teknologi, membuat pengguna dunia maya bisa menjustifikasi seseorang apabila mendapatkan informasi tanpa memikirkan validitas informasi tersebut.

Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai golongan sehingga adanya informasi hoaks, ujaran kebencian, dan SARA membuat masyarakat harus cerdas dan mencermati setiap informasi yang diterima.

Hadirnya informasi seperti itu bisa dipastikan akan membuat gaduh dan konflik horizontal. Yang pasti hoaks merupakan informasi yang memanipulasi seseorang seolah-olah percaya dengan apa yang disampaikan.

Dalam bulan suci Ramadan ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua, cerdaslah dalam menerima informasi. Jangan sampai pada akhirnya ibadah kita menjadi sia-sia karena hoaks.

Agil Angriyansyah Putra
FISIP Universitas Andalas


Hoaks merupakan informasi yang memanipulasi seseorang seolah-olah percaya dengan apa yang disampaikan.


Suara pembaca

Surat pembaca diambil dari Media Indonesia tanggal 26 Mei 2018.